Umumnya material yang digunakan adalah LOGAM, mangan, iron, dll. LOGAM ini bertujuan untuk membuat radikal bebas pada rantai karbon BBM, dengan adanya radikal bebas, semakin mudah rantai karbon untuk membuat cabang baru dengan fungsi untuk meningkatkan nilai oktan dan kalori.
Logam sangat BERBAHAYA bagi otak manusia. Solusinya adalah mencari aditif organic dengan kemampuan yang sebanding, walaupun jarang.
Selain octane booster, ada lagi dispersant dan surface barrier function. Zat ini berfungsi untuk mendispersi air dalam minyak (kebalikan dari reverse demulsifier), jadi efeknya adalah mengurangi korosi dan mengurangi kalor yang dibutuhkan untuk memanaskan air yang terdapat dalam BBM gasoline/diesel fuel. Surface barrier lebih mengarah kepada pelumasan. Sebenarnya dalam tiap pelumas yang (minimal) tersertifikasi nasional sudah terdapat surface barrier agent yang fungsinya untuk mengurangi friksi piston dengan dindingnya, sehingga memastikan pelumas tidak ikut terbakar.

Selain itu banyak juga fuel additive yang memakai corrosion inhibitor. Ini fungsinya jelas untuk menghambat korosi dalam fuel line di mesin (sama halnya yang terjadi dalam oil flow line atau gas flow line) dan penambahan biocides ke dalam fuel additive, untuk menghindari 'bolong' nya fuel container, akibat aktifitas mikrobiologis (karena menghasilkan asam sulfat yang bersifat sangat korosif).
Disamping fungsinya yang spesifik, cara penggunaan dan treatmentnya pun spesifik. Salah satunya adalah, penambahan aditif pada saat pengisian BBM dengan dasar komposisi perbandingan jumlah BBM : Dosis Aditif
Sebuah aditif tentunya dihasilkan dari sebuah riset panjang yang untuk mendapatkan perbandingan campuran yang optimal. Efisiensi kerja dari aditif tersebut tentunya sangat bergantung dari komposisi dan bahan dasar yang digunakan, serta kondisi mesin kendaraan.
Kenali fungsi dan gunakan aditif sesuai dengan kebutuhannya, contoh: Aditif peningkat oktan pada umumnya banyak digunakan pada event khusus dan tidak cocok untuk digunakan pada aktivitas mesin harian. Mesin kompetisi (SE: Special Engine) biasa digunakan pada event balap dengan waktu yang cukup singkat, setelah itu mesin kembali mengalami perawatan dan penyetingan ulang, berbeda dengan aktivitas mesin harian yang lebih condong mengarah pada daya tahan dan nilai effisien. Jika anda salah menggunakan aditif, tanpa memahami kebutuhannya, maka anda hanya akan mendapatkan mendapatkan keuntungan di dalam satu aspek saja dan mengalami kerugian dalam aspek lainnya, contoh: Aditif yang hanya bekerja untuk meningkatkan performa akan memberikan kepuasan saat kita berkendara, tetapi dalam waktu yang lebih singkat biaya perawatan mesin tidak dapat dihindarkan, karena mesin dipaksa bekerja tanpa mempertimbangkan faktor-faktor lain yang saling mendukung.
Penambahan aditif yang baik tidak membentuk senyawa baru, melainkan hanya berupa campuran untuk meningkatkan kualitas BBM itu sendiri. Penggunaan aditif tentu telah mengalami uji coba sebelum dijual secara komersil. Gunakan aditif sesuai dengan kebutuhan, sehingga anda dapat memperoleh hasil yang maksimal tanpa terbebani aspek lain yang dapat merugikan dalam aplikasinya.









0 komentar:
Posting Komentar